• Fagetti

Keindahan Trevi Fountain yang Terbuat dari Batu Travertine



Saat berkunjung ke Roma, Italia, ada satu spot wisata yang tidak boleh dilewatkan begitu saja, yakni Trevi Fountain. Sekilas dilihat, Trevi Fountain seperti kolam air terjun mini yang berhiaskan patung-patung. Kenyataannya, Trevi Fountain adalah salah satu sumber air tertua dan menjadi bagian dari sejarah sistem pengairan di Roma. Spot wisata yang satu ini juga tidak dibuat menggunakan sembarang batu, melainkan batu alam jenis travertine yang amat indah dan memukau.


Mari kita telusuri seluk beluk keindahan Trevi Fountain yang dibuat dari travertine, beserta sejarahnya.


Sekilas Trevi Fountain dan sistem pengairan



Trevi Fountain dibangun pada tahun 1732 atas perintah Paus Clement XII dan selesai dibangun pada tahun 1762. Desainnya dibuat oleh Nicola Salvi. Namun di tengah proses, beliau meninggal dunia dan pembangunannya dilanjutkan oleh Giuseppe Pannini.

Kolam Trevi Fountain berdiri berhimpitan dengan bangunan Palazzo Poli. Ukurannya sangat besar. Tingginya 26,3 meter dan lebarnya 49,15 meter. Kolam ini dibangun dengan gaya arsitektur Baroque. Di bagian latar, terdapat sejumlah patung dewa-dewi yang dipahat dengan ukuran besar.


Trevi Fountain bukan sekedar spot wisata, tapi juga bukti kecanggihan sistem pengairan di Roma pada masa lampau. Alkisah, seorang teknisi Romawi menemukan sumber mata air murni bernama Salone Spring yang letaknya berjarak 13 km dari kota Roma.


Ia kemudian membangun saluran air atau sistem pengairan yang memungkinkan seluruh penduduk Roma mendapatkan pasokan air tanpa harus pergi jauh. Sistem ini dikenal sebagai aqueduct dan dibuat dari bebatuan. Airnya digunakan untuk minum, mandi, dan mencuci. Saluran air ini dibangun dengan perhitungan rumit. Pipa-pipa disusun dengan kemiringan sekian derajat sehingga air dari Salone Spring bisa mengalir ke kota Roma.


Air yang mengalir ini melalui aqueduct kemudian disalurkan ke sejumlah keran. Uniknya, keran ini tidak ada katup untuk membuka-tutup. Jadi, air akan mengalir sepanjang waktu. Hal ini masih berlangsung hingga sekarang. Jika berwisata ke kota Roma, Anda bisa menemukan keran air tersebut dan mengambil airnya secara gratis untuk diminum. Jumlahnya ada sangat banyak dan tersebar di setiap sudut kota.


Sekedar informasi, air yang mengalir di Trevi Fountain ini bersumber dari aqueduct yang juga mengaliri air mancur di Piazza Navona.


Asal batu travertine untuk Trevi Fountain


Trevi Fountain dibuat menggunakan batu travertine. Batu alam ini terbentuk dari batu kapur yang didepositkan mata air mineral, serta mengandung kalsium dan karbonat. Batu travertine yang digunakan, konon sama seperti yang digunakan untuk membangun Colosseum. Para ilmuwan memperkirakan batu travertine ini diperoleh dari tambang di area Tivoli yang berjarak sekitar 35 kilometer dari kota Roma.


Dengan keterbatasan teknologi pada zaman dulu, proses pembangunan Trevi Fountain memakan sejumlah korban jiwa. Di antaranya terluka saat mengerjakan bebatuan, sedangkan seorang pemotong batu meninggal saat tertimpa bongkahan travertine raksasa.


Baca juga: Colosseum, Bangunan Travertine Nan Megah yang Berusia Ribuan Tahun


Simbol dari patung yang menghiasi Trevi Fountain



Pada latar Trevi Fountain, terdapat banyak patung dewa-dewi berukuran besar. Materialnya tidak menggunakan travertine, melainkan marmer berwarna putih. Lebih tepatnya lagi menggunakan marmer jenis Carrara yang sekarang sudah langka. Pada masa itu, marmer memang lazim dijadikan media pahat patung.


Patung-patung tersebut memang identik dengan kehidupan masyarakat Romawi kuno. Dan pastinya patung-patung yang ada di sana mewakili simbol tertentu. Di bagian tengah, ada patung yang sering disangka sebagai patung Neptune. Padahal, patung tersebut adalah patung Oceanus, Titan Lautan dan Samudera. Ia digambarkan sedang mengendarai kereta yang berbentuk cangkang kerang raksasa dan ditarik oleh 2 kuda bersayap. Satu kuda terlihat tenang, sedangkan kuda lainnya terlihat memberontak. Kedua kuda ini menggambarkan karakteristik air dan sungai. Ada yang arusnya tenang, ada juga yang deras.


Di samping kanan Oceanus ada Dewi Kelimpahan yang sedang membawa keranjang buah-buahan. Di atasnya ada relief yang menggambarkan keadaan saat Agrippa meminta pasukan untuk membangun aqueduct.


Di samping kiri Oceanus, ada Dewi Kesehatan yang tengah memegang cawan dan ada ular yang meminumnya dari sana. Di atasnya ada relief yang menggambarkan seorang perawan. Ia sedang memberitahukan kalau di sini ada sumber mata air perawan (murni).


Baca juga: Tambang Travertine Tivoli yang Sudah Terkenal Sejak Zaman Romawi Kuno


Mitos Trevi Fountain


Sebagai tempat bersejarah, Trevi Fountain tidak lepas dari mitos-mitos. Beberapa di antaranya adalah permohonan Anda bisa terkabul jika melemparkan uang koin ke dalam kolam. Mitos ini dipercaya oleh banyak orang sehingga tidak heran kalau ada 3.000 euro yang terkumpul setiap harinya.


Selain itu ada pula mitos yang beredar sejak abad ke-19. Jika minum air dari Trevi Fountain, maka orang tersebut akan kembali lagi ke Roma. Namun, jangan sampai salah mengambil air. Air yang ada di kolam sudah terkontaminasi dengan koin. Sebaliknya, ambillah air dari pancuran yang ada di sudut kanan Trevi Fountain menggunakan botol.


Travertine dan aplikasinya di era modern


Travertine adalah jenis batu alam yang sering diaplikasikan pada area outdoor. Batu ini memiliki daya tahan yang tinggi dengan kekuatan di level 5 pada skala Mohs. Batu ini juga tahan terhadap air. Hal ini sudah terbukti dari kekuatannya sebagai material kolam Trevi Fountain. Anda juga dapat menggunakannya untuk membangun kolam renang.


Tekstur batu travertine tidak rata. Dengan demikian, sifatnya anti slip dan sangat aman untuk penggunaan area outdoor yang sering terkena paparan air. Sifat lainnya adalah anti panas. Berjalan di atas lantai travertine tanpa alas kaki, tetap nyaman. Sangat cocok dijadikan jalan setapak dan pelapis lantai di sekitar kolam renang.


Baca juga: 7 Alasan Batu Alam Travertine Cocok untuk Area Outdoor


Untuk tampilannya, travertine memiliki nuansa ala bangunan bersejarah. Bahkan batu yang baru terbentuk pun akan terlihat seperti sudah berusia lama. Kesannya jadi semakin mewah, bernilai tinggi, serta tidak lekang oleh waktu.


Batu travertine memiliki karakteristik yang mudah dipotong dan dibentuk. Karakteristik ini memungkinkan Anda untuk membentuk travertine menjadi bentuk dan ukuran apa saja dengan presisi.


Tempat beli travertine


Bagi Anda yang ingin membawa keindahan travertine layaknya yang terpampang pada Trevi Fountain, Fagetti solusinya. Fagetti adalah importir batu alam dari seluruh penjuru dunia, termasuk batu travertine.


Kami menyediakan travertine dalam berbagai ukuran dengan kualitas yang tinggi. Ceritakan keinginan Anda terkait bentuk travertine yang diimpikan atau tampilan seperti apa yang ingin didapatkan. Kami akan bantu juga proses pemotongannya menggunakan mesin berteknologi canggih yang dibawa dari Italia.


Selain travertine, Fagetti juga menyediakan marmer Carrara yang digunakan untuk memahat patung-patung di Trevi Fountain. Fagetti akan bantu wujudkan desain impian Anda dengan mesin berteknologi tinggi dengan hasil yang sangat presisi. Seluruh batu alam yang dijual dilengkapi pula dengan garansi selama 3 tahun.


Segera hubungi Fagetti di nomor WhatsApp 0811-8887-359 untuk membuat jadwal konsultasi. Bersama Fagetti, mari kita #CreateYourPerfection.

15 views0 comments