top of page

Perbedaan Keramik dan Granit yang Perlu Diketahui Arsitek

  • Writer: Fagetti
    Fagetti
  • Dec 18, 2025
  • 6 min read

Cari tahu perbedaan keramik dan granit, dari kekuatan, tampilan, hingga keunggulan granit untuk arsitek dalam memilih material bangunan tahan lama.


Perbedaan keramik dan granit sangat signifikan, membuat granit terlihat lebih menarik.

Dalam dunia arsitektur dan desain interior, pemilihan material bukan hanya soal estetika, tapi juga soal ketahanan, fungsionalitas, dan nilai jangka panjang. Dua material yang sering dibandingkan adalah keramik dan granit. Keduanya digunakan luas sebagai pelapis lantai dan dinding, namun memiliki karakteristik yang sangat berbeda.


Artikel ini akan membahas secara detail perbedaan keramik dan granit, termasuk kekurangan keramik, keunggulan granit, serta bagaimana material granit untuk arsitektur memberikan keunggulan lebih dalam proyek-proyek profesional.


Temukan panduan lengkap untuk membantu kalian memilih material terbaik sesuai kebutuhan desain dan struktur bangunan.



Perbedaan Dasar antara Keramik dan Granit


Memahami perbedaan keramik dan granit sangat penting bagi arsitek saat memilih material yang sesuai untuk kebutuhan desain. Meskipun sama-sama digunakan untuk lantai dan dinding, kedua material ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dari segi komposisi, kekuatan, dan tampilan.


Asal Material dan Proses Produksi


  • Keramik dibuat dari tanah liat yang dibakar, kemudian dilapisi glasir untuk memberikan permukaan halus dan mengilap.

  • Granit adalah batuan alam yang terbentuk secara alami dari proses pendinginan magma di dalam bumi, memberikan kekuatan dan keunikan alami yang tidak bisa ditiru oleh material buatan.


Kekuatan dan Ketahanan


  • Keramik memiliki daya tahan yang lebih rendah dan mudah retak jika terkena tekanan tinggi atau benturan.

  • Sebaliknya, granit jauh lebih keras dan kokoh, sehingga cocok digunakan di area dengan lalu lintas tinggi atau ruang luar.


Tampilan dan Variasi Visual


  • Motif keramik umumnya dicetak dan berulang, memberikan tampilan yang seragam.

  • Granit untuk rumah dan proyek arsitektur menawarkan pola urat alami yang unik pada setiap slab, menciptakan kesan visual yang mewah dan tak tertandingi.


Keramik dan granit memiliki perbedaan yang membuat granit terlihat lebih mewah dan elegan.

Perbedaan Ketahanan Granit dan Keramik dalam Proyek Arsitektur


Dalam dunia arsitektur dan konstruksi, ketahanan sebuah material menjadi faktor utama dalam pemilihan material bangunan. Jika dibandingkan, granit jauh lebih unggul daripada keramik dalam hal daya tahan terhadap tekanan, goresan, dan perubahan suhu.


Granit memiliki struktur kristalin yang padat, menjadikannya sangat tahan terhadap benturan dan abrasi. Inilah mengapa granit untuk rumah atau gedung komersial sering dipilih untuk area yang memiliki lalu lintas tinggi, seperti lobi, koridor, hingga dapur dan teras luar ruangan. Granit juga tahan terhadap suhu ekstrem dan kelembapan tinggi, menjadikannya cocok untuk berbagai iklim, termasuk tropis.


Di sisi lain, keramik memiliki pori-pori yang lebih besar dan lebih rapuh secara struktural. Jika dipasang di area luar ruangan atau terkena perubahan suhu secara drastis, keramik lebih mudah retak atau pecah. Bahkan, glasir pada permukaannya pun bisa terkelupas seiring waktu.


Dari segi ketahanan jangka panjang, arsitek profesional akan lebih mempertimbangkan penggunaan granit dibandingkan keramik, terutama untuk proyek-proyek berskala besar dan prestisius yang membutuhkan material dengan durabilitas tinggi.


Perbedaan Estetika dan Variasi Desain: Granit Lebih Natural, Keramik Lebih Repetitif


Dalam konteks desain arsitektur, keindahan visual dan keunikan motif menjadi elemen penting untuk memperkuat karakter ruang. Di sinilah granit memiliki keunggulan signifikan dibandingkan keramik.


Granit merupakan batu alam yang terbentuk secara alami selama ribuan tahun, sehingga setiap slab memiliki pola urat dan warna yang unik. Tidak ada dua granit yang benar-benar sama. Hal ini memberikan kesan eksklusif dan artistik dalam setiap pemasangan; baik untuk lantai, dinding, maupun permukaan meja dapur.


Variasi granit meliputi berbagai warna seperti hitam, putih, abu-abu, hijau, hingga cokelat keemasan. Beberapa jenis granit bahkan menampilkan pola kristal atau gradasi warna yang dramatis, memberikan sentuhan mewah dan alami yang sulit ditiru oleh material buatan.


Sebaliknya, keramik merupakan produk buatan pabrik yang dicetak dalam jumlah besar. Motif dan teksturnya, meskipun beragam, cenderung repetitif dan kurang memiliki kedalaman visual. Desain permukaannya biasanya dibuat menyerupai kayu, batu, atau marmer, namun tidak memiliki tampilan organik yang dimiliki granit.


Arsitek yang menginginkan tampilan natural dan eksklusif untuk proyek hunian premium, hotel, atau ruang publik akan cenderung memilih granit karena mampu memberikan karakter unik pada setiap ruangan. Apalagi dengan teknologi pemotongan presisi, granit kini bisa diolah dengan fleksibel sesuai gaya interior apa pun—modern, klasik, kontemporer, hingga industrial.


Dengan keunggulan pada keunikan visual dan estetika alami, granit tidak hanya menjadi pilihan praktis, tetapi juga investasi desain jangka panjang.



Keterbatasan Material Keramik dalam Proyek Arsitektur Modern


Keramik merupakan material yang umum digunakan di berbagai proyek arsitektur karena harganya relatif terjangkau dan tersedia dalam banyak motif. Namun, dalam konteks kebutuhan desain modern yang menekankan pada durabilitas, nilai estetika jangka panjang, dan fleksibilitas desain, keramik memiliki beberapa keterbatasan.


Beberapa hal yang sering menjadi pertimbangan arsitek ketika memilih keramik adalah:


  • Kerapuhan: Keramik cenderung lebih mudah retak atau pecah terutama pada area dengan lalu lintas tinggi atau beban berat.

  • Permukaan rentan aus: Lapisan atas keramik, terutama yang berpola atau mengilap, bisa memudar atau terkelupas seiring waktu.

  • Ukuran dan tampilan standar: Kebanyakan keramik tersedia dalam ukuran dan motif pabrikasi massal, sehingga membatasi fleksibilitas desain yang unik dan eksklusif.

  • Perlu grout line yang konsisten: Celah nat (grout) antara keramik bisa menjadi titik rawan kotoran, jamur, dan perubahan warna jika tidak dirawat secara rutin.


Meskipun tetap menjadi pilihan ekonomis yang banyak digunakan, keramik seringkali perlu dikombinasikan dengan material lain untuk mencapai tampilan dan performa yang lebih unggul. Di sinilah material seperti granit mulai dilirik sebagai alternatif premium yang menjawab kebutuhan tersebut secara lebih menyeluruh.


Keunggulan Granit Dibandingkan Keramik untuk Arsitek Modern


Dalam banyak proyek arsitektur, pemilihan material bukan hanya soal estetika, tapi juga menyangkut kekuatan, ketahanan, dan nilai jangka panjang. Di sinilah granit menunjukkan keunggulannya dibanding keramik.


Sebagai salah satu batu alam paling populer, granit memiliki sejumlah kelebihan yang membuatnya cocok untuk berbagai aplikasi desain interior maupun eksterior:


1. Kekuatan dan Ketahanan Tinggi


  • Granit terkenal karena kekerasannya dan daya tahannya terhadap goresan, benturan, serta beban berat.

  • Cocok untuk area yang padat aktivitas seperti lobi, dapur, atau area komersial.


2. Tahan Terhadap Suhu dan Kelembapan


  • Berbeda dengan keramik yang dapat retak akibat perubahan suhu ekstrem, granit stabil dan tidak mudah berubah bentuk.

  • Ideal untuk lingkungan tropis atau area dengan paparan sinar matahari langsung.


3. Variasi Warna dan Motif Alami


  • Motif granit terbentuk secara alami sehingga setiap lembar memiliki karakter unik.

  • Memberikan kesan eksklusif dan tidak repetitif seperti keramik produksi massal.


4. Minim Perawatan


  • Permukaan granit tidak mudah menyerap noda dan cukup dibersihkan dengan cairan pembersih biasa.

  • Dengan perawatan sederhana, tampilannya bisa tetap mengilap selama bertahun-tahun.


5. Fleksibilitas Desain


  • Granit bisa dipotong dalam berbagai ukuran dan bentuk sesuai kebutuhan proyek.

  • Dapat digunakan untuk lantai, dinding, countertop, hingga elemen dekoratif lainnya.


Dengan kombinasi keindahan alami dan ketangguhan material, granit menjadi pilihan cerdas bagi arsitek yang mengutamakan kualitas dan kesan mewah dalam desainnya.


Aplikasi Material Granit untuk Arsitek: Dari Lantai hingga Fasad


Bagi arsitek, granit bukan hanya sekadar material keras dan tahan lama. Ia adalah elemen desain yang fleksibel dan bernilai estetika tinggi. Sebagai batu alam yang unggul, granit dapat digunakan dalam berbagai elemen bangunan; baik interior maupun eksterior.


Berikut beberapa aplikasi material granit untuk arsitek dalam proyek hunian, komersial, hingga bangunan institusional:


1. Lantai Granit


  • Digunakan di area publik seperti lobi, ruang tamu, maupun koridor karena ketahanannya terhadap lalu lintas tinggi.

  • Motif granit memberikan tampilan mewah dan elegan tanpa perlu banyak ornamen tambahan.

  • Cocok untuk lantai rumah modern, bangunan kantor, dan pusat perbelanjaan.


2. Dinding Interior dan Feature Wall


  • Dinding granit menghadirkan nuansa premium dan dramatis dalam ruang.

  • Ideal untuk ruang rapat, ruang keluarga, hingga foyer karena motif alami granit menjadi titik fokus visual.


3. Countertop dan Kitchen Island


  • Granit tahan panas dan goresan, sehingga sangat ideal untuk dapur modern dan area pantry.

  • Permukaan yang mengilap mudah dibersihkan dan tetap terlihat eksklusif meski digunakan setiap hari.


4. Fasad Bangunan


  • Granit sebagai dinding batu alam eksterior memberikan kesan kokoh dan tahan terhadap cuaca.

  • Banyak digunakan untuk fasad kantor, galeri, hotel, dan gedung pemerintahan.


5. Anak Tangga dan Outdoor Landscape


  • Material granit yang kasar cocok untuk tangga luar ruangan atau jalur pejalan kaki agar tidak licin.

  • Memberikan nuansa alami namun tetap mewah pada elemen lanskap.


Dengan kemampuan adaptasinya, granit membantu arsitek menciptakan ruang yang tidak hanya kuat dan tahan lama, tetapi juga artistik dan berkarakter. Granit bukan hanya material pelapis, ia bagian dari bahasa desain yang menyampaikan nilai dan kualitas.


Dalam dunia arsitektur dan desain, memilih material bukan hanya soal estetika, tetapi juga ketahanan, fungsi, dan kesan jangka panjang. Granit menawarkan keunggulan dari segi kekuatan, umur pakai, dan nilai eksklusif yang tidak dimiliki keramik.


Dengan memahami perbedaan mendasar antara keduanya, arsitek dapat membuat keputusan desain yang lebih tepat, sesuai kebutuhan proyek dan ekspektasi klien.



Jika kalian mencari material yang tidak hanya indah secara visual tetapi juga kuat menghadapi waktu dan penggunaan, granit adalah solusi yang layak dipertimbangkan.


Kunjungi showroom Fagetti atau konsultasikan langsung dengan tim kami untuk menemukan koleksi granit terbaik bagi proyek arsitektur kalian.

Comments


whatsapp button

Copyright © 2025 PT. Fajar Gelora Inti. All rights reserved.

All trademarks are property of their respective owners.

Follow us:

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon

Indonesia

bottom of page