• Fagetti

Serba-Serbi Limestone yang Perlu Anda Ketahui



Pernahkah mendengar jenis limestone? Batu ini lebih akrab dengan nama batu gamping atau batu kapur di telinga masyarakat Indonesia. Limestone mudah didapatkan karena terbentuk di area perairan dangkal. Tampilannya menyerupai material kayu. Untuk warnanya cukup bervariasi mulai dari putih hingga cokelat. Pada beberapa bebatuan, bahkan ada fosil flora dan fauna yang terperangkap.


Limestone sendiri terkenal sebagai material bangunan, khususnya area luar ruangan. Tertarik menggunakan limestone atau sekedar ingin menambah pengetahuan? Simak ulasan seluk beluk limestone berikut ini.


Kandungan limestone


Limestone masuk ke dalam golongan batuan sedimen. Kandungannya terdiri dari mineral kalsit dan aragonit. Mineral kalsit didapatkan dari organisme laut. Organisme ini membentuk cangkang dengan kandungan kapur tinggi. Selain itu, kalsit juga bisa didapatkan dari hasil endapan air meteorik tersupersaturasi (air tanah yang mengendap di gua). Jenis batu ini menguasai 10% volume seluruh batuan sedimen yang ada di dunia.


Baca juga: Mengenal Karakteristik Onyx untuk Countertop


Karakteristik umum limestone


Limestone tersedia dalam warna putih hingga cokelat, tapi tidak menutup kemungkinan pula untuk Anda menemukan yang berwarna keabuan. Tingkat kekerasan yang dimiliki oleh limestone adalah 2,7 hingga 3,4 skala Mohs. Untuk berat rata-rata, limestone berada di angka 2,4 ton per meter kubik.


Keunggulan limestone


Keunggulan limestone yang pertama adalah kemudahan untuk mendapatkannya. Hal ini menjadikan limestone selalu tersedia di pasaran dengan harga yang terjangkau. Batu ini pun mudah dipotong sehingga lebih mudah juga diaplikasikan pada sebuah bangunan.


Limestone kerap dijadikan material bangunan untuk area luar ruangan. Apalagi sifatnya yang tahan dengan segala cuaca. Tampilannya pun tergolong eksotis. Terlebih lagi jika batu yang digunakan memiliki fosil di dalam potongannya.


Dengan tampilan yang menyerupai material kayu, limestone dapat dijadikan alternatif penggunaan kayu di luar ruangan. Dibandingkan dengan material kayu, limestone lebih tahan dengan pelapukan akibat cuaca ataupun serangga. Serta sangat kokoh dari guncangan atau hantaman.


Kelemahan limestone


Permasalahan yang dimiliki limestone hanyalah permukaannya yang berpori cukup besar. Pori-pori pada permukaan ini membuat limestone mudah menyerap air dan noda. Namun, kelemahan yang satu ini dapat diatasi dengan penggunaan coating. Lakukan coating pada limestone dapat melindunginya dari noda, air, dan mengurangi resiko retak. Pastikan untuk melakukannya secara rutin supaya keindahannya terjaga.


Baca juga: Jenis-jenis Marmer Turki dengan Kualitas Terbaik


Sejarah penggunaan


Limestone setidaknya sudah ditemukan sejak 540 juta tahun yang lalu. Penggunaan limestone cukup beragam. Zaman dulu, limestone sempat digunakan untuk melindungi area perapian di rumah. Dari sini pula kegunaan limestone menjadi beragam. Limestone yang terkena api menghasilkan serpihan abu (kalsium hidroksida). Serpihan ini tercampur dengan pasir yang kemudian menjadi semen kuno pertama di dunia.


Limestone juga menjadi material utama untuk pembangunan kuil dan piramida di Mesir. Sedangkan di Romawi Kuno, limestone menjadi material utama untuk melapisi jalanan umum.


Objek ikonik dunia yang menggunakan limestone


Limestone dikatakan memiliki daya tahan yang kuat. Buktinya dapat terlihat dengan nyata melalui objek ikonik dunia yang sudah berusia ratusan bahkan ribuan tahun. Objek yang pertama dan paling terkenal adalah Piramida Giza di Mesir. Piramida terbesar dan tertua di komplek El Giza ini dibuat menggunakan 2,3 juta balok limestone. Satu baloknya berukuran 1 meter kubik dengan berat massa sekitar 2 hingga 3 ton.


Selanjutnya ada The Great Tower of London. Pada masa pemerintahan Henry III, dia menginginkan menara ini dilapisi warna putih. Baik pada bagian dalam maupun luar. Akhirnya, pada tahun 1240 menara ikonik ini dicat ulang menggunakan campuran limestone. Kandungan calcium carbonate yang dimiliki limestone menghasilkan warna putih yang cerah.


Renovasi Tembok Besar China yang dilakukan pada era Dinasti Ming 1368-1644 juga menggunakan limestone. Limestone yang digunakan bukan dalam bentuk batuan, tapi campuran semen kuno. Semen ini digunakan untuk mengembalikan bebatuan yang terlepas dari bangunan. Hasilnya, Tembok Besar China terlihat indah kembali dan semakin kokoh hingga saat ini.


Aplikasi limestone modern ini


Hingga saat ini, limestone masih sering digunakan sebagai material konstruksi bangunan. Khususnya untuk area luar ruangan. Seiring perkembangan zaman dan teknologi, limestone juga mulai digunakan sebagai campuran untuk ragam keperluan.


Di antaranya adalah untuk konstruksi jalanan. Limestone digunakan sebagai material campuran untuk menstabilkan kondisi tanah yang akan dibangun jalanan umum. Penggunaan limestone pada konstruksi jalanan juga mampu membuat permukaan jalanan lebih keras sehingga tidak mudah rusak meski dilewati banyak kendaraan.


Limestone juga sering dijadikan campuran urugan untuk pondasi bangunan. Ini dikarenakan harganya lebih terjangkau dan daya tahannya lebih kuat dibandingkan material agregat lainnya. Plastisisasi PVC dan kertas juga menggunakan campuran limestone.


Untuk keperluan pondasi dan material pendukung bangunan, ada kriteria khusus limestone yang perlu diperhatikan. Di antaranya adalah tidak mengandung lempung, fosil, dan organisme lainnya. Kondisi yang bersih akan membuat campuran limestone mengikat dan menciptakan pengerasan dengan sempurna. Lain halnya jika menggunakan limestone dalam ukuran besar sebagai material bangunan dan dekorasi. Kehadiran fosil akan menambah keindahan dan keunikan dari bangunan tersebut.


Baca juga: Mount Airy, Tambang Granit Terbesar yang Sempat Dianggap Tak Bernilai


Beli limestone untuk bangunan prestis di Jakarta


Apakah Anda tertarik untuk menggunakan limestone pada bangunan prestisius? Jika demikian, Anda perlu menemukan importir limestone terbaik di Jakarta. Fagetti hadir untuk memenuhinya. Fagetti adalah importir batu alam dari seluruh dunia. Setidaknya ada lebih dari 900 jenis batu alam yang Fagetti sediakan. Di antaranya ada limestone, marmer, granit, travertine, onyx, dan masih banyak lagi.


Fagetti hanya menyediakan limestone berkualitas tinggi untuk menjaga keindahan dan kekuatan bangunan Anda. Tidak hanya itu, Fagetti juga memberikan layanan pemotongan, poles dan pemasangan batu alam yang dilakukan oleh sumber daya profesional. Semua pekerjaan dijalankan dengan mesin teknologi terkini dari Italia sehingga dapat memberikan hasil yang presisi dan akurat sesuai dengan keinginan Anda.


Tunggu apalagi, segera konsultasikan kebutuhan limestone Anda dan jadwalkan janji temu di showroom Fagetti. Hubungi nomor WhatsApp Fagetti di 0811-8887-359. Segera #CreateYourPerfection bersama Fagetti.

14 views0 comments