• Fagetti

5 Karakteristik Batu Travertine yang Wajib Anda Ketahui



Selain marmer dan granit, travertine merupakan batu alam yang populer untuk penggunaan di bidang arsitektur dan interior. Travertine memiliki beberapa karakteristik khusus yang membedakannya dengan batu alam lain. Kenali karakteristik travertine sebelum mengaplikasikannya pada hunian impian Anda.


Batu travertine terbentuk dari endapan kalsium karbonat dari air tawar, terutama dari sumber air panas. Tambang batu alam ini tersebar di berbagai belahan dunia dengan cadangan terbesar ditemukan di Tivoli Italia, Yellowstone National Park Amerika Serika, dan Pamukkale Turki.


Baca juga: Travertine, Batu Alam Nan Eksotis untuk Material Dinding dan Lantai


Untuk mengenal lebih jauh tentang batu travertine, simak ulasan karakteristik batu travertine berikut ini.


1. Tampilan visual yang eksotis


Soal tampilan visual, semua orang pasti akan mengakuinya, jika travertine merupakan batu yang eksotis. Travertine juga telah menghiasi bangunan-bangunan megah sejak zaman Yunani dan Romawi Kuno. Travertine dipandanga sebagai salah satu bahan batu alam terindah yang bisa kita temukan di alam raya. Memasangnya di dalam sebuah hunian akan membuat bangunan semakin menarik secara visual.


Jika mengingingkan batu alam cantik yang cocok untuk digunakan baik di dalam maupun di luar ruangan, travertine adalah pilihan yang tepat. Selama kita memperlakukan dan merawat travertine dengan benar, batu ini akan terlihat luar biasa selama bertahun-tahun.


Baca juga: 7 Alasan Batu Alam Travertine Cocok untuk Area Outdoor


2. Travertine memiliki lubang atau pori-pori yang besar


Karakteristik utama travertine yang mudah terlihat adalah adanya lubang dan palung yang menghiasi permukaan batu. Alih-alih terlihat tua dan lapuk, lubang-lubang yang terbentuk secara alami ini justru menjadikan travertine unik dan menambah keindahannya.


Tak perlu khawatir, untuk pengaplikasiannya dalam desain interior, kita bisa menutup lubang-lubang tersebut dengan resin agar tidak mudah kotor dan berbahaya. Meskipun banyak juga yang tidak menutup lubang-lubang pada permukaan travertine agar terlihat lebih eksotis terutama untuk area outdoor.


Baca juga: 6 Bangunan Menakjubkan yang Terbuat dari Batu Travertine


Pori-pori besar pada batu ini merupakan hasil dari gas yang keluar pada saat travertine terbentuk. Batu alam ini terbentuk dari mata air bawah tanah, sungai bawah tanah, dan berbagai sumber air lainnya. Aliran air membawa unsur mineral terutama kalsium karbonat. Dari proses selama bertahun-tahun terbentuklah batu dengan permukaan berpori. Proses terbentuknya travertine samadengan stalaktit dan stalagmit yang bisa kita temuka di gua.

3. Tanpa perlindungan khusus, travertine mudah ternoda


Dengan pori-pori yang besar, batu travertine akan mudah menyerap cairan, lemak dan minyak yang dapat meninggalkan noda pada permukaan batu. Selain itu, batu travertine yang tanpa perlakukan dan perlindungan khusus akan rentan terhadap etsa atau reaksi kimia yang menggerogoti batu akibat dari tumpahan zat asam, seperti anggur, alkohol, cuka, kopi, jus, saus tomat dan jus jeruk. Zat pemutih dan amonia juga dapat menyebabkan etsa pada travertine.


Untuk mencegah noda, kita bisa menutup lubang atau pori-pori travertine dengan resin. Selain itu, batu travertine diberikan lapisan pelindung atau coating. Untuk tampilan yang optimal, kita harus melakukan coating ulang secara periodik.


4. Travertine memiliki warna-warna netral


Travertine memiliki warna-warna bersahaja nan hangat seperti warna gading dan krem lembut, keemasan, hijau keperakan, abu-abu, merah atau cokelat moka. Warna batu ini tidak pernah solid karena uratnya yang mengalir di seluruh batu. Warna batu travertine akan tergantung lokasi tambang serta kandungan mineral di daerah tersebut.


5. Durasi pakai yang sangat lama


Batu travertine memang tidak sekeras marmer atau granit. Tapi travertine memiliki kekuatan yang membuatnya bertahan lama jika kita jadikan sebagia bahan bangunan. Travertine dapat bertahan selama ratusan tahun.


Bangsa Romawi menggunakan travertine untuk membangun kuil, monumen dan Colosseum. Bangungan ikonik seperti Basilika Santo Petrus di Vatikan juga menggunakan batu travertine. Travertine juga melengkapi keindahan bangunan lainnya seperti Basilika Sacré-Cœur di Paris, Getty Center di Los Angeles, California, dan Shell-Haus di Berlin.


Berminat melengkapi kemegahan rumah dengan batu travertine? Jika iya, sebaiknya Anda mencari supplier batu travertine berkualitas. Anda bisa datang ke Fagetti, supplier batu alam dari seluruh dunia yang sudah berdiri sejak 1986. Anda bisa menghubungi Fagetti lewat WhatsApp 0811-8887-359.

28 views0 comments