• Fagetti

Berkenalan Lebih Dekat dengan Batu Alam Quartzite

Updated: Sep 15

Ada ratusan jenis batu alam yang dapat dipergunakan dalam dunia desain interior. Sebagian di antaranya terlihat mirip sehingga akan sulit membedakan. Salah satu batu alam yang terlihat serupa satu dengan yang lain adalah marmer dan quartzite. Walaupun secara penampilan keduanya terlihat serupa, keduanya adalah jenis batu alam yang berbeda.


Untuk bisa membedakan keduanya, ada baiknya kita kulik lebih dalam perihal batu alam quartzite.


Aplikasi batu alam quartzite untuk backsplash (Sumber: Bria Hammel Interiors/Decorpad)

Asal muasal quartzite


Batu alam quartzite merupakan batu alam yang terbentuk dari sandstone yang kaya akan mineral quartz. Sandstone ini terkubur jauh di dalam permukaan bumi lalu terpapar oleh panas yang sangat tinggi dan tekanan yang sangat besar. Dengan tekanan yang besar dan panas tinggi, butiran pasir pada sandstone mulai saling menyatu dan membentuk batu padat dan keras yang disebut quartzite.


Mineral quartz yang menjadi komponen utama quartzite umumnya berwarna putih ataupun abu-abu. Namun, dalam proses pembentukannya, adakalanya sandstone tadi terpapar oleh beberapa mineral lain yang membuat warna quartzite menjadi berbeda mulai dari warna pink, merah, ungu, kuning, hijau, dan biru.


Karakteristik quartzite


Kandungan utama quartzite yaitu mineral quartz memberikannya berbagai karakteristik yang dapat dipergunakan untuk mengenali batu alam ini, yaitu:


1. Hardness


Karakteristik pertama dari quartzite yang membuatnya unik adalah dari segi hardness atau kekerasan batu. Skala yang dipergunakan untuk mengukur tingkat hardness dari batu alam adalah skala Mohs.


Pada skala Mohs dari 1-10 dimana angka 1 menunjukkan batu alam yang paling lembut dan angka 10 paling keras. Pada skala ini, batu alam quartzite berada pada angka 7 yang menunjukkan kalau quartzite merupakan batu alam yang sangat keras. Batu quartzite asli bahkan terbilang lebih keras dari granit.


Aspek yang satu ini merupakan salah satu pembeda utama antara quartzite dan marmer. Pada skala Mohs tersebut, marmer berada pada angka 3 yang berada sangat jauh dibawah quartzite.


Pemberian label soft quartzite untuk batu yang mirip dengan quartzite namun lebih lembut merupakan label yang salah kaprah. Hanya ada satu jenis quartzite dan batu alam ini merupakan batu alam yang keras.

Baca juga: Mengenal Aberdeen, Kota Granit di Skotlandia, Inggris


2. Sifatnya yang tahan asam


Karakteristik lain dari quartzite adalah sifatnya yang tahan asam. Jenis asam dari cuka ataupun lemon yang umum dipergunakan dalam dapur setiap harinya tidak akan berdampak buruk terhadap batu alam yang satu ini. Hal ini berbeda dengan batu marmer yang akan terlihat bernoda atau berbekas apabila terkena cairan asam tadi.

3. Porosity


Porosity merupakan properti atau karakteristik yang berkaitan dengan kemampuan suatu mineral dalam hal penyerapan cairan yang dapat meninggalkan noda.


Secara umum, tingkat porosity dari quartzite tidak jauh berbeda dari granit. Keduanya memiliki pori-pori yang rapat dan tidak menyerap cairan. Namun, hal ini bisa sangat bervariasi antara satu varian dengan varian lainnya. Sebagai contoh, varian batu alam quartzite seperti Taj Mahal dan Sea Pearl memiliki pori-pori yang sangat rapat.


Sementara itu, varian lainnya seperti Calacatta Macaubas dan White Macaubas memiliki pori-pori yang sedikit lebih renggang karena tingkat tekanan saat proses pembentukannya lebih rendah dibandingkan dua varian sebelumnya.


Terlepas dari tingkat porosity yang dimiliki oleh masing-masing varian, aplikasi sealant yang dilakukan secara tepat sangat dianjurkan. Penggunaan sealant akan memberikan perlindungan lebih kepada batu alam tersebut dan membuat lebih tahan lama.


Panduan menguji keaslian batu alam quartzite


Untuk mengetahui asli tidaknya sebuah batu alam quartzite, ada beberapa jenis tes mudah yang dapat dilakukan oleh siapa saja, yaitu:

1. Tes gores


Berdasarkan tingkat kekerasan atau hardness dari quartzite, batu alam ini jauh lebih keras dari kaca dan mata pisau. Artinya, quartzite tidak akan tergores oleh kaca namun quartzite dapat dengan mudah membuat goresan pada kaca.


Untuk melakukan tes ini, siapkan ubin kaca. Lalu, cobalah untuk menggores ubin kaca tersebut menggunakan ujung quartzite yang tajam. Tekan dan gores dengan kuat. Batu quartzite yang asli akan dengan mudah menggores ubin kaca tadi.


Apabila ubin kaca itu tidak tergores atau hanya tergores samar-samar, maka dapat dipastikan kalau batu tadi bukanlah quartzite.


Apabila hal ini tidak memungkinkan, Anda juga dapat mencoba menggunakan pisau untuk menggores permukaan quartzite. Cobalah untuk menggores permukaan quartzite dengan ujung pisau yang tajam. Apabila batu tersebut merupakan quartzite asli, maka permukaannya tidak akan tergores atau hanya tergores samar-samar.

2. Tes uji keasaman


Tes lain yang dapat dilakukan untuk menguji keaslian quartzite adalah dengan menggunakan cairan asam. Caranya adalah dengan menuangkan sedikit cuka atau air lemon ke atas permukaan batu dan biarkan selama kurang lebih 15 menit. Setelah itu lap bersih permukaan batu tersebut.


Perhatikan dengan seksama area yang terkena cairan asam tadi. Apakah ada perubahan tampilan? Perubahan tampilan ini bisa jadi muncul dalam warna yang terlihat lebih gelap, lebih terang, ataupun terlihat lebih kusam. Apabila hal tersebut terlihat, maka bisa dipastikan bahwa batu tersebut bukanlah batu quartzite. Batu alam quartzite dan granit tidak akan menunjukkan reaksi apapun terhadap cairan asam tersebut.

Kedua tes tersebut merupakan cara mudah dan efektif untuk membuktikan keaslian batu quartzite. Jadi, jangan hanya bandingkan dari segi tampilannya saja, mengingat tampilan quartzite dengan batu alam lain seperti marmer dan granit bisa sangat mirip.


Baca juga: Ini 5 Lokasi Tambang Marmer Terbesar di Dunia


Penggunaan quartzite dalam kehidupan


Karakteristik batu alam quartzite membuatnya dapat dipergunakan dalam berbagai aspek kehidupan mulai dari untuk kebutuhan arsitektural, pabrik, konstruksi, hingga kebutuhan dekorasi.


1. Quartzite untuk kebutuhan arsitektural


Quartzite yang kuat dan tahan lama dapat dipergunakan sebagai bahan pembuatan lantai, anak tangga, dan salah satu yang paling populer adalah countertop dapur.


2. Quartzite untuk kebutuhan konstruksi


Quartzite dalam bentuk butiran ataupun batu-batu kecil dapat dipergunakan untuk kebutuhan konstruksi dengan tuntutan yang sangat tinggi.


3. Quartzite dalam dunia pabrik dan industri


Quartzite memiliki kandungan silica yang sangat tinggi dan hal inilah yang membuatnya banyak dipergunakan dalam dunia industri. Kandungan silica ini dapat dibuat menjadi berbagai jenis material lain seperti manganese ferrosilicon, silicon metal, silicon carbide, dan berbagai jenis material lain yang dapat dikembangkan lagi penggunaannya.


4. Quartzite sebagai dekorasi


Quartzite, khususnya quartzite warna dapat dibuat menjadi dekorasi yang menawan. Umumnya dekorasi dari quartzite warna hadir dalam bentuk kecil seperti ornamen.


Tempat terbaik mendapatkan quartzite


Karakteristik quartzite yang tangguh, kuat, dan tahan lama serta tampilannya yang tidak kalah menarik membuatnya menjadi salah satu batu alam yang patut menjadi bahan pertimbangan untuk dipergunakan dalam desain interior rumah Anda.


Untuk mendapatkan hasil terbaik, tentu saja Anda harus menggunakan batu alam quartzite asli. Untuk mendapatkan quartzite yang terjamin keasliannya, Anda bisa mendapatkannya di Fagetti. Fagetti yang berdiri sejak tahun 1986 menyediakan jaminan produk batu alam asli dari segala jenis dan tipe.


Baca juga: Marmer Fagetti Penuhi Ekspektasi Tinggi Para Pemilik Proyek Prestisius


Apapun kebutuhan batu alam Anda mulai dari jenis, warna, hingga pengolahannya menjadi produk yang diinginkan, Fagetti adalah jawabannya.


Copyright © 2020 PT. Fajar Gelora Inti. All rights reserved.

All trademarks are property of their respective owners.

Follow us:

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Grey YouTube Icon

Indonesia