• Fagetti

Kian Diminati, Pasar Marmer Dunia Bakal Mencapai Rp 232 Triliun di 2025

Updated: Aug 23



Pasar marmer dunia diprediksi mencatat pertumbuhan rata-rata per tahun (CAGR) 3,6% dari tahun 2020 hingga 2025. Dalam waktu lima tahun, pasar marmer bakal naik dari USD 13 miliar di tahun 2020 menjadi USD 16 miliar atau setara Rp 232 triliun pada 2025. Prediksi tersebut disampaikan oleh lembaga riset MarketsandMarkets.


Dalam ikhtisar riset terbarunya, MarketsandMerkets menyebutkan, kenaikan permintaan pembangunan infrastruktur di negara berkembang dan pertumbuhan industri konstruksi di kawasan Asia Pasifik menjadi faktor pendorong utama pertumbuhan pasar marmer global.

Pertumbuhan permintaan pasar di Asia Pasifik seperti India, China dan Jepang terutama berasal dari sektor infrastruktur komersial. Khusus untuk pasar Asia Pasifik, MarketsandMarkets memperkirakan pertumbuhan permintaan marmer akan mencapai CAGR 4,5% per tahun.


Baca juga: Bukan Cuma Luas, Kenali 9 Karakteristik Desain Rumah Mewah!


Permintaan material bangunan seperti marmer dan batu alam lainnya dari industri konstruksi terus mengalami peningkatan. Marmer menjadi pilihan utama untuk bahan bangunan karena memiliki kekuatan, kekerasan, variasi warna, tekstur, dan corak yang sangat cocok untuk menampilkan kemewahan dan estetika dalam industri konstruksi.


Efek pandemi COVID-19


Pada awal pandemi COVID-19, pasar marmer sedikit terpengaruh karena sebagian besar tambang marmer dan unit produksi berada di negara-negara yang terkena dampak tinggi akibat virus corona. Selain itu, produsen marmer utama memiliki kantor pusat dan anak perusahaan utama di negara-negara yang terkena dampak.


Baca juga: Berkat Marmer, Kamar Tidur Jadi Mewah Bagai Hotel Bintang 5


Gangguan akibat wabah COVID-19 berdampak pada rantai pasokan pasar marmer akibat rendahnya permintaan dari industri konstruksi. Penghentian sementara kegiatan konstruksi pada paruh pertama tahun 2020 di banyak negara telah memperlambat pertumbuhan di pasar marmer. Untuk menyiasati pasar konstruksi yang sepi, produsen marmer menggenjot pasar pembangunan infrastruktur perumahan dan komersial.


Marmer warna putih paling laris


MarketsandMarkets memperkirakan segmen marmer putih masih akan memimpin pasar marmer dalam lima tahun mendatang. Marmer berwarna putih paling banyak digunakan dalam industri konstruksi, patung dekoratif dan arsitektural.


Marmer putih banyak digunakan untuk eksterior seperti lantai, dinding dan kolom. Lagi-lagi, permintaan marmer putih dari kawasan Asia Pasifik menjadi yang terbesar di pasar. Negara-negara seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan merupakan konsumen utama marmer berwarna putih.


Baca juga: 7 Manfaat Penggunaan Marmer Pada Bangunan Masjid


Segmen bangunan dan konstruksi diperkirakan akan mencatat pertumbuhan tertinggi di pasar marmer seiring dengan meningkatnya permintaan pembangunan infrastruktur perumahan dan non-perumahan. Industri konstruksi yang sedikit terpengaruh setelah merebaknya COVID-19 mulai pulih pada paruh kedua tahun 2020.


Supplier marmer impor terbaik di Indonesia


Sejalan dengang pergerakan pasar marmer dunia, pasar marmer Indonesia juga terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Apalagi, pemerintah gencar membangun infrastruktur yang menghabiskan anggaran sangat besar. Di periode kedua pemerintahan Presiden Joko Widodo, pemerintah juga berencana membangun Ibu Kota baru di Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.


Pembangunan Ibu Kota baru juga akan mendorong pembangunan gedung-gedung komersial di kawasan tersebut. Hal ini diperkirakan bakal mendongkrak permintaan marmer di Indonesia dalam jangka waktu lima tahun mendatang. Sejumlah bangunan komersial yang membutuhkan marmer di antaranya adalah hotel, apartemen, mal, rumah sakit dan perkantoran.


Untuk memenuhi kebutuhan marmer di Ibu Kota baru diperlukan supplier marmer yang memiliki suplai melimpah dengan jenis-jenis marmer yang beragam. Saat ini, supplier marmer premium terbesar di Indonesia adalah Fagetti. Perusahaan ini memiliki pabrik utama di Cibitung - Bekasi seluas 23 hektare. Di tempat ini, customer bisa mendapatkan 900 jenis batu alam terutama marmer.


Fagetti menyediakan marmer dalam bentuk blok dan slab sehingga memudahkan arsitek dan desainer untuk menentukan desain dari material marmer. Tenaga ahli dan mesin teknologi Italia yang dimiliki oleh Fagetti akan membantu mewujudkan keinginan para arsitek dan desainer. Fagetti dapat membentuk marmer sesuai desain dengan sangat presisi termasuk desain marmer yang rumit seperti untuk pembuatan kolom, relief, patung, kaligrafi atau ukiran.


Fagetti menjadi total solution untuk kebutuhan marmer dari supplier, pabrikasi, pemotongan, pemolesan, pemasangan hingga perawatan. Untuk memenuhi segala kebutuhan marmer, Anda bisa menghubungi Fagetti via WhatsApp 0811-8887-359.





12 views0 comments